Minggu, 06 Juni 2010

AIR PENGGANTI BBM

BAHAN bakar air? Kedengarannya aneh. Maka wajar jika menimbulkan pertanyaan. Namun jika umat Islam memahami makna-makna yang terkandung di dalam Alquran, sebenarnya hal itu bukanlah sebuah kemustahilan. Seperti disebut Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Khoiruddin Bashori, berasal dari mencerna apa yang termaktub di dalam Surat At-Thur (6) yang mengatakan ‘perhatikan laut yang berapi’, Surat Al-Anbiya’ (30):

‘Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu hidup’, serta Surat At-Takwir (6): ‘Dan apabila laut dipanaskan’. Dari surat-surat di Alquran inilah kehadiran bahan bakar air dimulai.

“Tentu dengan melakukan penelitian dan pengembangan yang cukup panjang. Saat ini telah ditemukan teknologi yang mampu memproduksi bahan bakar dengan bahan baku air (hidrofuel). Produk ini hasil penelitian UMY,” jelas Khoiruddin, Selasa (12/2) lalu.

Tentu bukan tanpa alasan bagi UMY dengan kajian dan melakukan penelitian tersebut. Tak semata-mata beratnya beban pemerintah yang terus mengalami defisit anggaran dan tingginya subsidi pemerintah untuk BBM yang terus menanjak. Ttahun 2007 lalu saja, subsidi sudah mencapai Rp 50,64 triliun. Ketika bahan bakar dari minyak bumi dan batubara bukan hanya makin sulit diperoleh namun menyisakan emisi gas yang berbahaya bagi kesehatan, pelbagai alternatif harus dilakukan.

“Fakta ini menimbulkan kesadaran peneliti UMY untuk melakukan eksplorasi terhadap sumber bahan bakar baru,” kata Khoiruddin didampingi Ketua BHK UMY, Achmad Ma’ruf SE MSi.

Karena itu pula, UMY memperkenalkan Banyugeni, hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti yang terdiri dari Drs Purwanto, Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K Haryadi MT, Ir Lilik Utari MS dan Dra Nike Triwahyuningsih MP, yang menghadirkan hidrofuel. Hasil penelitian ini setidaknya bisa menjadi jawaban atas `tantangan’ Presiden SBY akan kehadiran bahan bakar air, beberapa waktu lalu. “Produk hidrofuel hasil penelitian UMY ini telah dipatenkan dengan nama Banyugeni,” kata Ma’ruf.

Produk hidrofuel ini memiliki varian berupa hidro-kerosene (setara minyak tanah), hidro-diesel (setara solar), hidro-premium (setara bensin) dan hidro-avtur (setara bahan bakar jet). Ke depan, sebut Ma’ruf, akan dikembangkan produk lain yang memiliki keunggulan lebih dari varian yang ada saat ini. “Produk ini sudah diuji PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya, ke-4 varian banyugeni telah memenuhi standar Ditjen Migas,” tambah Ma’ruf.

Hasil ujicoba menunjukkan jika hidro-kerosene dapat langsung digunakan untuk menyalakan kompor minyak tanah, lampu minyak atau petromak. Hidro-diesel dapat langsung digunakan pada mesin diesel atau mobil dengan bahan bakar solar. Sementara, hidro-premium dapat langsung digunakan pada mobil, motor dan mesin berbahan bakar bensin serta pesawat aeromodeling. Sementara, hidro-avtur telah diujicobakan pula pada mesin berbahan bakar jet (jet-fuel), misal untuk pesawat aeromodeling.

Penelitian ini memang akan terus dikembangkan. Tidak hanya pada level laboratorium namun menurut Kepala BHK UMY juga level industri. “Sehingga akan dapat memenuhi kebutuhan energi sektor transportasi, sektor industri dan sektor rumahtangga dengan harga murah,” kata Ma’ruf. Apalagi bahan bakar ini juga bisa dikatakan tidak merusak.

Seperti pengujian terhadap hidro-kerosene memperlihatkan bahwa bahan bakar rakyat tersebut selain tidak korosif, tidak beracun dan tidak beremisi bahkan tidak meninggalkan asap jelaga yang berlebihan. Seperti dalam pengujian untuk hidro-premium hasilnya menunjukkan sangat tidak korosif atau tidak menyebabkan karat, skala copper strip corrosion 1a. Juga tidak meninggalkan residu karena hanya 0,5%vol dari maksimal 2,0%vol yang diizinkan.

“Selain itu kandungan bahan pencemar dari emisi bahan bakar ini sangat rendah. Antara lain kandungan sulfur hanya 0,03%wt dari maksimal 0,05%wt yang diizinkan. Sedang kandungan timbale (Pb) hampir nol dari maksimal 0,013 yang diizinkan,” jelas Ma’ruf.

Ma’ruf dan juga Khoiruddin mengakui, implikasi produk ini sangat luas. Pengurangan beban biaya produksi semua sektor dan secara langsung bisa menghemat anggaran untuk subsidi BBM. “Yang paling penting, ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan kelompok apalagi golongan,” jelas Khoiruddin Bashori.

Pengganti BBM

Akhir pekan ini, harga minyak dunia menembus angka US$ 126 per barel. Harga minyak yang membubung itu bikin subsidi melambung. Pemerintah pun menjadi bingung. Sungguh beban yang amat berat bagi pemerintah yang sekarang ini terus mengalami defisit anggaran.

Sementara kabar mendung itu berembus, titik terang datang dari Yogyakarta. Tim peneliti dari Pusat Studi Pengembangan Energi Regional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil melakukan riset bahan bakar berbahan dasar air. Hasil penelitian itu berupa bahan bakar pengganti minyak tanah, solar, bensin, dan avtur.

Atas penemuan itu, UMY telah mengadakan launching tentang bahan bakar yang dinamai Banyugeni. “Pada saat ini sedang dalam masa fabrikasi,” kata Rektor UMY, Khoiruddin Bashori.

Khoiruddin menyatakan, hydrofuel sangat menjanjikan sebagai alternatif energi. Bahkan Banyugeni siap diproduksi secara komersial untuk industri dan kepentingan masyarakat luas. “Untuk membantu rakyat kecil,” katanya.

“UMY ingin memberikan hasil penelitian ini untuk seluruh rakyat Indonesia, bahkan dunia. Soal bahan baku, sangat melimpah di sekitar kita,” ia menegaskan. Sebab bahan baku Banyugeni yang paling pokok adalah air. Bisa menggunakan air tawar ataupun air laut.

Sebelumnya, UMY menggelar soft launching kampus UMY, Jalan Ring Road Barat, Bantul, Yogyakarta, 13 Februari silam.

Dalam acara itu dilakukan penyalaan lampu dan kompor minyak menggunakan hydro-kerosene (pengganti minyak tanah) Banyugeni. Nyala lampu maupun kompor normal dan tidak menimbulkan asap jelaga berlebihan.

Untuk hydro-diesel (kembaran solar) dan hydro-premium (setara bensin), percobaan dilakukan dengan menggelontorkannya ke tangki traktor dan sepeda motor. Ketika traktor distarter, asap hitam mengepul dari cerobong traktor saat pertama kali menyala, selanjutnya bening. Knalpot sepeda motor juga tidak menimbulkan asap lengas.

Sedangkan hydro-avtur (pengganti avtur) juga sudah dijajal di Lembaga Pendidikan dan Latihan Penerbangan Surakarta, menggunakan pesawat ultra-ringan tipe Jora, pada 11 Februari 2008. Mesin Rotax 582 yang dipakai pesawat ringan tersebut ternyata mudah beradaptasi dengan hydro-avtur. UMY memperoleh surat resmi dari lembaga tadi yang menyebutkan bahwa hydro-avtur Banyugeni bisa digunakan untuk menerbangkan pesawat. “Dalam surat itu juga disebutkan, baik untuk start engine maupun power memuaskan,” kata Khoiruddin.

Uji coba berlangsung lancar. “Penelitian ini menggunakan air laut karena kalau menggunakan air tanah akan berbenturan dengan kepentingan manusia,” tutur Purwanto, seorang peneliti. Dia menjelaskan, pada hakikatnya air (H2O) adalah api. Jika atom 2H20 terpecah menjadi 2H2 dan O2, maka H2 bisa menyala, bahkan bisa meledak. Sedangkan O2 merupakan komponen pembakar.

“Tak ada api tanpa oksigen. Dari teori seperti ini, maka bukan hal aneh membuat bahan bakar dengan bahan dasar air. Jika temuan ini diproduksi secara massal, persoalan bahan bakar bukan lagi masalah utama di negeri kita,” ujar Purwanto optimistis. Selain Purwanto, penelitian juga dilakukan oleh Bledug Kusuma Prasadja, Tony K. Haryadi, Lilik Utari, dan Nike Triwahyuningsih.

Nike Triwahyuningsih menjelaskan bahwa semua jenis air bisa diolah menjadi hydrofuel setelah melalui proses pemurnian air. Air murni merupakan bahan dasar Banyugeni. Untuk memperolehnya, dari satu liter air tanah, setelah dimurnikan, akan diperoleh 0,5 liter air murni. Untuk air laut, volume air murni yang diperoleh bisa lebih banyak.

Limbah hasil proses pemurnian ini pun masih bisa dimanfaatkan, misalnya untuk pupuk atau aspal. Proses pemurnian air ini lazim disebut demineralized water alias demin water. Pertamina juga memproduksi air murni melalui Water Treatment Unit Pengolahan III Plaju, Palembang. Air murni produksi Pertamina Plaju diproses dengan metode pertukaran ion (ion exchange) menggunakan ion exchange resin sebagai media penukar ion.

Ion adalah atom bermuatan listrik positif maupun negatif. Ion dalam permurnian air berfungsi sebagai pengikat mineral. Demin water adalah air murni dengan kandungan mineral sangat kecil. Pertamina Plaju memproduksi 45.270 meter kubik air murni per tahun. Dalam bidang kedokteran, air murni biasanya digunakan untuk mengobati pasien gagal ginjal.

Sedangkan untuk menghasilkan bahan bakar dari air murni, para peneliti memakai teknologi mekanotermal-elektrokemis yang mencakup empat macam proses, yaitu mekanik (gerak), termal (panas), listrik, dan kimiawi. Perpaduan keempat proses itu dengan bahan baku air murni menghasilkan empat produk bahan bakar. Menurut Bledug Prasojo, hydrofuel sangat hemat.

Dari satu liter air murni dapat tercipta bahan bakar yang jumlahnya kurang lebih sama. “Penyusutannya sedikit, sekitar 10%,” ujarnya. Air yang digunakan adalah air biasa atau air tawar. Air laut juga bisa digunakan, tapi harus melewati fase penyulingan terlebih dahulu.

Meskipun terbuat dari air, toh bahan bakar hydro tidak menyebabkan karat (korosif). Kelebihan lain, emisinya sangat rendah. Tidak hanya lewat pantauan indra, melainkan juga melalui uji laboratorium. Produk ini sudah diuji di PT CoreLab Indonesia, laboratorium internasional yang independen. Hasilnya menunjukkan, empat varian Banyugeni telah memenuhi standar Dirjen Migas.

Menurut hasil uji laboratorium, selain tidak korosif, residu pada hydro-premium sangat rendah. Standar baku menetapkan 2,0% volume hydro-premium mencatatkan residu pada nilai 0,5%. Kandungan pencemar lainnya juga tipis. Bahkan kandungan timbalnya hampir nol.

Seperti saudaranya, hydro-avtur juga tidak korosif dan beremisi rendah (total sulfurnya hanya 10% dari maksimal yang dipersyaratkan). Ia juga tidak mudah membeku (freezing point minus 45 derajat celsius). Ketahanan terhadap pembekuan memang penting bagi bahan bakar pesawat. Sebab, jika pesawat terbang tinggi, suhu udara yang mengelus pesawat bisa mencapai minus 25 derajat celsius.

Hydro-diesel juga tidak korosif, beremisi rendah, dan tidak meninggalkan residu berlebihan. Itu pula yang dicatatkan hydro-kerosene. Bahan bakar rakyat itu, selain tidak korosif, juga tak beracun.

Setelah lulus dari rangkaian ujian coba itu, menurut Bledug, penelitian hydrofuel sudah final. Namun, untuk memproduksi secara massal dan komersial, ada serangkaian proses lebih lanjut. Tentu harus pula melibatkan pabrikan yang bisa memasok bahan baku air murni.

“Harus melalui perhitungan-perhitungan rumit. Tim peneliti harus berkumpul lagi dan merumuskan rancangan-rancangannya,” Bledug menegaskan. (banyugeni.com/gtr)

taken from

banyugeni.com

di sini

di sini juga

MANUSIA

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan. Manusia adalah mahluk paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Allah SWT. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah dimuka bumi ini. Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah, seperti : Turab, Thien, Shal-shal, dan Sualalah. Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta.

SIAPAKAH MANUSIA

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi.
Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu :
Pertama, tingkat pra manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1942 yang dinamakan fosil Australopithecus.
Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecanthropus erectus.
Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu Homo walaupun spesiesnya dibedakan.
Fosil jenis ini di neander, karena itu disebut Homo Neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo Soloensis).
Keempat, manusia modern atau Homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya.

Beberapa Definisi Manusia :
1. Manusia adalah makhluk utama, yaitu diantara semua makhluk natural dan supranatural, manusia mempunyai jiwa bebas dan hakikat hakikat yg mulia.
2. Manusia adalah kemauan bebas. Inilah kekuatannya yg luar biasa dan tidak dapat dijelaskan : kemauan dalam arti bahwa kemanusiaan telah masuk ke dalam rantai kausalitas sebagai sumber utama yg bebas – kepadanya dunia alam –world of nature–, sejarah dan masyarakat sepenuhnya bergantung, serta terus menerus melakukan campur tangan pada dan bertindak atas rangkaian deterministis ini. Dua determinasi eksistensial, kebebasan dan pilihan, telah memberinya suatu kualitas seperti Tuhan
3. Manusia adalah makhluk yg sadar. Ini adalah kualitasnya yg paling menonjol; Kesadaran dalam arti bahwa melalui daya refleksi yg menakjubkan, ia memahami aktualitas dunia eksternal, menyingkap rahasia yg tersembunyi dari pengamatan, dan mampu menganalisa masing-masing realita dan peristiwa. Ia tidak tetap tinggal pada permukaan serba-indera dan akibat saja, tetapi mengamati apa yg ada di luar penginderaan dan menyimpulkan penyebab dari akibat. Dengan demikian ia melewati batas penginderaannya dan memperpanjang ikatan waktunya sampai ke masa lampau dan masa mendatang, ke dalam waktu yg tidak dihadirinya secara objektif. Ia mendapat pegangan yg benar, luas dan dalam atas lingkungannya sendiri. Kesadaran adalah suatu zat yg lebih mulia daripada eksistensi.
4. Manusia adalah makhluk yg sadar diri. Ini berarti bahwa ia adalah satu-satuna makhluk hidup yg mempunyai pengetahuan atas kehadirannya sendiri ; ia mampu mempelajari, manganalisis, mengetahui dan menilai dirinya.
5. Manusia adalah makhluk kreatif. Aspek kreatif tingkah lakunya ini memisahkan dirinya secara keseluruhan dari alam, dan menempatkannya di samping Tuhan. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kekuatan ajaib-semu –quasi-miracolous– yg memberinya kemampuan untuk melewati parameter alami dari eksistensi dirinya, memberinya perluasan dan kedalaman eksistensial yg tak terbatas, dan menempatkannya pada suatu posisi untuk menikmati apa yg belum diberikan alam.
6. Manusia adalah makhluk idealis, pemuja yg ideal. Dengan ini berarti ia tidak pernah puas dengan apa yg ada, tetapi berjuang untuk mengubahnya menjadi apa yg seharusnya. Idealisme adalah faktor utama dalam pergerakan dan evolusi manusia. Idealisme tidak memberikan kesempatan untuk puas di dalam pagar-pagar kokoh realita yg ada. Kekuatan inilah yg selalu memaksa manusia untuk merenung, menemukan, menyelidiki, mewujudkan, membuat dan mencipta dalam alam jasmaniah dan ruhaniah.
7. Manusia adalah makhluk moral. Di sinilah timbul pertanyaan penting mengenai nilai. Nilai terdiri dari ikatan yg ada antara manusia dan setiap gejala, perilaku, perbuatan atau dimana suatu motif yg lebih tinggi daripada motif manfaat timbul. Ikatan ini mungkin dapat disebut ikatan suci, karena ia dihormati dan dipuja begitu rupa sehingga orang merasa rela untuk membaktikan atau mengorbankan kehidupan mereka demi ikatan ini.
8. Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri, dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yg bersifat istimewa dan mulia. Ia memiliki kemauan, ikut campur dalam alam yg independen, memiliki kekuatan untuk memilih dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami. Kekuatan ini memberinya suatu keterlibatan dan tanggung jawab yg tidak akan punya arti kalau tidak dinyatakan dengan mengacu pada sistem nilai.
PERSAMAAN dan PERBEDAAN MANUSIA DENGAN MAHLUK LAIN.
Manusia pada hakekatnya sama saja dengan mahluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan mahluk lain.
Manusia sebagai salah satu mahluk yang hidup di muka bumi merupakan mahluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang, sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memlikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinctif.
Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan.kelebihan itu membedakan manusiadengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa meampaui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam surat Al-Isra ayat 70.
Diantara karakteristik manusia adalah :
1. Aspek Kreasi
2. Aspek Ilmu
3. Aspek Kehendak
4. Pengarahan Akhlak
Selain itu Al Ghazaly juga mengemukakan pembuktian dengan kenyataan faktual dan kesederhanaan langsung, yang kelihatannya tidak berbeda dengan argumen-argumen yang dibuat oleh Ibnu Sina (wafat 1037) untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengan kenyataan faktual. Al Ghazaly memperlihatkan bahwa; diantara makhluk-makhluk hidup terdapat perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing. Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifat geraknya. Benda mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam. Sedangkan tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selain mempunyai gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secara bervariasi. Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif. Jenis hewan mempunyai prinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-tumbuhan, yang menyebabkan hewan, selain kemampuan bisa bergerak bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip ini disebut jiwa sensitif. Dalam kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia selain mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia juga mempunyai semua yang dimiliki jenis-jenis makhluk tersebut, disamping mampu berpikir dan serta mempunyai pilihan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berarti manusia mempunyai prinsip yang memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip ini disebut an nafs al insaniyyat. Prinsip inilah yang betul-betul membeda manusia dari segala makhluk lainnya.

Jumat, 04 Juni 2010

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala pebbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya. Manusia menciptakan keseimbangan, keserasian, keselarasan antara sesama manusia dan antara manusia dan lingkungan.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila is tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dan dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dan sisi si pembuat is harus menyadari akibat perbuatannya itu, dengan demikian is sendiri pula yang hams memulihkan ke dalam keadaan baik. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab, pihak lain yang akan memulihkan baik dengan cars individual maupun dengan cara kemasyarakatan.


MACAM – MACAM TANGGUNG JAWAB

(a) Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap did sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalarn mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri Menunit sifat dasamya manusia adalah mahluk bemioral, tetapi manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik
yang disengaja maupun tidak.

(b) Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.




(c) Tanggung jawab terhadap Masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan
kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka is harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

(d). Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam beipikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka is hams bertanggung jawab kepada negara.

(e). Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berhagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dad hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, manusia periu pengorbanan.


PENGABDIAN DAN PENGORBANAN

a.pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, honnat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga.
Pengabdian kepada agama atau kepada Tuhan terasa menonjolnya seperti yang dilakukan
oleh para biarawan dan biarawati. Pada umumnya mereka itu adalah orang-orang yang terjun
di ladang Tuhan karena kesadaran moralnya, karena panggilan Tuhan. Mereka meningggalkan
keluarganya dan tidak akan berkeluarga. Sehingga hampir seluruh waktu waktu, pikiran,
tenaga maupun kegiatan hanya tercurah untuk memuliakan Tuhan. Dalam agama yang tidak
membedakan manusia atas dasar ras ataupun bangsa itu, para biarawan atau biarawati
ditempatkan di daerah - daerah yang jauh dan terpencil. Semuanya dilakukan dengan semboyan
tugas suci. Selain pada gereja Katolik, pada agama Budhajuga dikenal biarawati atau biarawan
dengan sebutan bhiksu dan bhiksuni dengan cars kehidupan yang tidak jauh berbeda.
Pengabdian kepada negara dan bangsa yang juga menyolok antara lain dilakukan oleh
pegawai negeri yang bertugas menjaga mercu suar di pulau yang teipencil. Mereka bersama
keluarganya hidup terpencil terpencil dari masyarakat ramai, sementara itu setiap had tiupan
angin kencang dari laut tidak pemah befienti, apalagi bila tenjadi badai. Mereka bersunyi diii
dalam mengabdikan diri demi keselamatan kapal yang lalu lalang. Kesenangan yang dapat
dirasakan oleh pegawai negri di kota tidak dapat dirasakan, mungkin sekali-sekali bila mereka
memperoleh cuti tahunan. Kesenangan dan kegembiraan sesama pegawai negri haanya mereka
bayangkan secara terang di alam yang demikian sepi. Anak-anak mereka sulit berkembang
sebagai mahluk sosial, dan tebatas untuk dapat mengembangkan diri akibat terpencilnya
tempat tinggalnya. Dengan membandingkan mereka dan kehidupan kawan-kawannya di kota
atau di tempat yang lebih enak terasa anti pengothanan mereka demi keselamatan manusia
lain, bangsa dan negara sendiri. Berapa banyakkah orang yang mau dan mampu menghayati
pengorbanan mereka itu.?


PENGORBANAN

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehinggaa
pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan
yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung parnrih.
Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama. Dari kisah para tokoh agama atau nabi, manusia memperoleh tauladan, bagaimana semestinya wajib berkorban. Berikut ini diberikan dua buah penggambaran.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jclas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepada sesama teman.
Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan

Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tankap yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu lukisan Monalisa tidak indah, karena dasamya tidak benar. Sudah tentu kebenaran disini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.

Menurut cakupannya orang hares membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang itrdah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampuradukkan, Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni

a) keindahan dalam arti yang luas
b) keindahan dalam arti estetis mumi
c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selain balk juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya 'symmetria' untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat dan arsitektur ) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

- keindahan seni
keindahan alam
keindahan moral
- keindahan intelektual

NILAI ESTETIK

"The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any object which causes it to be on interest to an individual or a group". (kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang hams dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.


RENUNGAN

Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalarn merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.

(a). TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa "Art is an expression of human feeling" ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh,seorang eniman ketika menciptakan suatu karya seni.

(b). TEORI METAFISIK
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni
berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati,
konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori
peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya
dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat
realita duniawi ini yang merupakan cenninan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni
yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi Sebagai
contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi, ash dan indah sempuma ciptaan
Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang menupakan
ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhimya seniman meniru ranjang kayu itu dengan
menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain
sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak
mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.

(c). TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teoh metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

KESERASIAN

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Pertentanganpun menghasilkan keserasian. Misalnya dalam dunia musik, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut. Filsuf Ingris Herbert Read merumuskan definisi, bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita (beauti is unity of formal relations among our sence-perception). Pendapat lain menganggap pengalaman estetik suatu keselarasan dinamik dari perenungan yang menyenangkan. Dalam keselarasan itu seseorang memiliki perasaan-perasaan seimbang dan tenang, mencapai cita rasa akan sesuatu yang terakhir dan rasa hidup sesaat di tempat-tempat kesempumaan yang dengan senang had ingin diperpanjangnya.

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN

KEADILAN

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan
diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu
sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang terschut
mempunyai kesarnaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus
memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan
menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti
ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeLsikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan pcrasaannya dikendalikan olch akal. Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, schab pemerintah adalah pimpinan pokok yang mencntukan dinamika masyarakat.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

KEADILAN SOSIAL

Berbicara tentang keadilan, Anda tentu ingat akan dasar negara kita ialah Pancasila. Sila kelima Pnacasila, berbunyi : "keadilan social bagi selunth rakyat Indonesia."
Dalam dokumen lahimya Pancasila diusulkan oleh Bung Kamo adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara. Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip "tidak ada kerniskinan di dalam Indonesia merdeka". Dan usul dan penjelasan itu nampak adanya pembauran pengertian kesejahteraan dan keadilan.

Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :
1) perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
2) Sikap adil terhadap sesarna, menjaaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghonnati hak-hak orang lain.
3) sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
4) sikap suka bekerja kerns
5) sikap menghargai hasil karya orang lain yang bemianfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama

Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalarn kehidupan manusia karena dalam ludupnya manusia menghadapi keadilan / ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti drama, puisi, novel, musik dan lain-lain.





BERBAGAI MACAM KEADILAN

1. Keadilan legal atau keadilan moral
2. Keadilan distributive
3. Keadilan komutatif


KEJUJURAN

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya
apa yang dikatakannya sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu
adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan
perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena
itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir malalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Seseorang yang tidak menepati niatnya berarti mendustai diri sendiri. Apabila niat telah
terlahir dalam kata-kata, padahal tidak ditepati, maka kebohongannya disaksikan orang lain.
Sikap jujur perlu dipelajari oleh setiap orang, sebab kejujuran mewujudkan keadilan, sedang
keadilan mununtut kemuliaan abadi, jujur memberikan keberaniaan dan ketentranian Kati,
serta menyucikan lagi pula membuat luhumya budi pekerti. Seseorang mu'tahil dapat memeluk
agama dengan sempuma, apabila lidahnya tidak suci. Teguhlah pada kebenaran, sekalipun
kejujuran dapat merugikanmu, serta jangan pula berdusta, walaupun dustamu dapat
menguntungkanmu.

KECURANGAN

Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atad tidak jujur, dan sama pula
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Sudah tentu kecurangan sebagai lawan jujur.
Kecurangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan
yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya
dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Orang seperti itu biasanya tidak
senang bila ada yang melebihi kekayaannya. Padahal agama apapun tidak membenarkan
orang mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan orang lain, lebih lagi
mengumpulkan harta denganjalan curang. Hal semacam itu dalam istilah agama tidak diridhoi
Tuhan.

PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika is menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak temilai harganya.

Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
a) manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral
b)ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang hams dipatuhi manusia untuk mewujudkan
dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak.

PEMBALASAN

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. reaksi itu dapat berupa peeouatan
yang senipa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur'an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa 'Khan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang beisahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Pada dasamya, menusia adalah mahluk moral dan mahiuk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah pebuatan yang melanggar atau mempeikosa hak dan kewajiban manusia lain.
Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

MANUSIA DAN HARAPAN

MANUSIA DAN HARAPAN

HARAPAN

Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalarn hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan". Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN

Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu scmua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.

Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bennacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan,kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikimya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :

a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh
pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan
kepada ayah atau ibu. "Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!" Itu
suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.



Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam
lagu "untuk apa" ada link yang berbunyi "aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan".
Dari bagian link itu kits dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang lahir di
bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga,
status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status
orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada
anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang
berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada
orang yang berpendapat jangan memberi makan/pertolongan kepada anak jadah (haram).
Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti
orang menguasai hak milik nama baik, ingin berprestasi, ingin mengingkatkan harga diri, dan
sebagainya

Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar diterima atau diakui kehebatannya.

KEPERCAYAAN

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan - langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya. Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak beragama menurut keyakinan. Dalam hal beragania tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Dasamya ialah keyakinan masing-masing.

Kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendannbakannya, karena is mempunyai arti khusus bagi hidupnya. la merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan pcrasaan. Dalam tingkah laku, ucapan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyinipang dari kebenaran. Manusia sadar, bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap maupun bcrtindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, "sekali lancung ke ujian, selama hidup orang tak percaya", karena itu, wajarlah kalau ketidakbenaran dapat berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.

Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya "filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1) Teori koherensi atau konsistensi
Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh : setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mad
2) Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pemyataan itu berkorenponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pemyataan tersebut.
Contoh : Jakarta itu ibukota republik Indonesia
3) Teori pragmatis
Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

BERBAGAI KEPERCAYAAN DAN USAHA MENINGKATKANNYA
1. Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pads diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa perraya kepada saudara, orang tua, guru,
atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya,
perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang
berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hares
dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang
lain.

3. Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir.
Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arii hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, is hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karen itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4. Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila urnat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut. Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara
lain .
a) meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b) meningkatkan pengabdian kits kepada masyarakat
c) meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong,
dennawan, dan sebagainya
d) mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e) menekan perasaan negatif sepeiti in, dengki, fitnah, dan sebagainya

Senin, 29 Maret 2010

manusia dan pandangan hidup

 Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hash pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan hidup banyak sekali macam dan raganya, akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
a.       Pandangan hidup yang berasal dari agama. Yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
b.      Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut
c.       Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya.

Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi,maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Jika organisasi itu organisasi politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara, ideologinya disebut ideologi Negara Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan

CITA – CITA
Cita - cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau   cita - cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor. Pertama, manusianya yaitu yang memiliki cita-cita, kedua, kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan, dan ketiga, seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai. Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu, masyarakat dan bangsapun memiliki cita-cita juga. Cita-cita suatu bangsa merupakan keinginan atau tujuan suatu bangsa. Misalnya bangsa Indonesia mendirikan suatu negara yang merurupakan sarana untuk menjadi suatu bangsa yang masyarakatnya memiliki keadilan dan kemakmuran.

KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik. Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat, dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu, nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
Karena merupakan anggota masyarakat, maka seseorang juga terikat dengan suara masyarakat. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi-pribadi, sehingga setiap suara masyarakat pada hakekatnya adalah kumpulan suara hati pribadi - pribadi dalam masyarakat itu. Sebagaimana suara hati tiap pribadi itu pasti selalu menginginkan yang baik, maka masyarakat yang terdiri atas pribadi - pribadi itu pun pasti suara hatinya juga menginginkan yang baik, maka masyarakat yang terdiri atas pribadi - pribadi pasti suara hatinya juga menginginkan yang baik untuk kehidupan masyarakatnya. Sebab itu jika benar - benar berdasarkan pada suara hati anggota - anggotanya, suara hati masyarakat pada dasarnya adalah baik. Misalnya, warga disuatu daerah menghendaki kerja bakti dengan mengadakan pembersihan saluran air di kampung. Bila kita ikut beramai-ramai kerja bakti, berarti kita mengikuti suara hati masyarakat, kerja bakti itu. Tetapi bila kita tidak mengikutinya berarti kita tidak mau mengikuti suara hati masyarakat.
Sebagai mahluk Tuhan, manusiapun harus mendengarkan suara hati Tuhan. Suara Tuhan selalu membisikkan agar manusia berbuat baik dan mengelakkan perbuatan yang tidak baik. Jadi, untuk mengukur perbuatan baik buruk, harus kita dengar pula suara Tuhan atau kehendak Tuhan. kehendak Tuhan berbentuk hukum Tuhan atau hukum agarna. Khususnya dalam islam, hukum – hukum tuhan dimuat dalam sebuah kitab suci yang bernama Al – Qur’an.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal. Pertama factor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan atau dipusakai oleh orang tua. Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ-ment). Lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seorang anak lahir (masa pembentukan seseorang waktu masih dalam kandungan merupakan alam pertama ). Lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh. Baik pengalarnan pahit yang sifatnya negatif, maupun pengalaman manis yang sifatnya positif, membenkan pada manusia suatu bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum seseorang mengambil tindakan.

KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
                Dalam hidup ini ada banyak sekali kepercayaan, baik yangsesuai dengan ajaran agama, ataupun yang menyimpang jauh. Menurut Prof.Dr.Hanm Nasution, ada tiga aliran filsafat.

A . aliran naturalism
Aliran naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan.Lalu mana yang benar ? Yang benar adalah keyakinan. Jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakan Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan Tuhan tidak ada yang ada hanya natur. Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama itu ada dua macam yaitu :
  1. Ajaran agama dogmatis
  2. Ajaran agama dari pemuka – pemuka agama

Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Jadi, pandangan hidup dilandasi oleh ajaran-ajaran Tuhan melalui agamanya. Manusia yakin bahwa kebajikan itu diridhoi oleh Tuhan. pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi, yang menentukan segala-galanya disebut pandangan hidup religius (keagamaan).


B . aliran intelektualisme

Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi. Teknologi adalah alat bantu mencapai kebajikan yang maksimal, walaupun mungkin teknologi memberi akibat yang bertentangan dengan hati nurani. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalisme.Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. karena itu individu yang berakal (berilmu dan berteknologi tinggi) dapat menguasai
individu yang berpikir rendah (bodoh).

C . aliran gabungan
                     Dasar aliran ird ialah kekuatan gaib dan jugs akal. kekuatan gaib artinya kekuatan yang berakal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani). Jadi, apa yang benar menurut logika berpikir juga dapat diterima oleh hati nuram. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pads logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika beipikir individu, melainkan logika berpikir kolektif (masyarakat), pandangan hidup ini disebut sosialisme. Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, kedua-duanya mendasaii
keyakinan secara berimbang, akal dalam anti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai
daya rasa (hati nurani), logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan
hidup ini disebut sosialime - religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut
logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.
Apabila kita kaji maka antara dua pandangan hidup ini terdapat perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika berpikir kolektif, sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menenkankan pada logika berpikir kolektif individual. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika berpikir dari pada hati nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan kedua-duanya logika berpikir dan hati nurani. Pandangan hidup sosialisme tidak begitu menghiraukan kekuasaan Tuhan, sebaliknya sosialisme religius kekuasaan Tuhan begitu menentukan.

LANGKAH – LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK

  1. MENGENAL
  2. MENGERTI
  3. MENGHAYATI
  4. MEYAKINI
  5. MENGABDI









Senin, 15 Maret 2010

KONSEP INFORMASI

KONSEP INFORMASI

Sistem infonnasi manajemen berhubungan dengan Informasi, tetapi apakah infor-
masi itu? Berapa banyak inforrnasi yang diberikan oleh sebuah sistem infomiasi? Belum
ada metode untuk mengukur informasi dalam sebuah sistem informasi. Dan kerumitan
informasi tidak memungkinkan adanya suatu rumus atau algoritme untuk menghitung
isinya. Tetapi, ada beberapa konsep dan analogi yang berguna untuk sedikit menjawab
pertanyaan ini. Bab ini menguraikan beberapa konsep yang berhubungan dengan arti dan
sifat informasi. Ini adalah satu dari tiga bab mengenai informasi. Bab 3 menjelaskan
kemampuan manusia sebagai pengolah infonnasi. Bab 7 menguraikan penilaian kuanti-
tatif atas nilai informasi

DEFINISI INFORMASI

"Informasi" adalah sebuah istilah yang tidak tepat dalam pemakaiannya secara umum.
Informasi dapat mengenai data mentah, data tersusun, kapasitas sebuah saluran komu-
nikasi, dan sebagainya. Tetapi ada beberapa gagasan yang mendasari pemakaian istilah
"informasi" dalam sistem inforinasi: Informasi memperkaya penyajian, mempunyai nilai
kejutan, atau mengungkap • sesuatu yang penerimanya tidak tahu atau tidak tersangka.
Dalam dunia yang tidak menentu, informasi mengurangi ketidakpastian. la mengubah
kemungkinan-kernungkinan hasil yang di harapkan dalam sebuah situasi keputusan dan
karena itu mempunyai nilai dalam proses keputusan. Definisi umum untuk "informasi" dalam pemakaian sistem informasi adalah sebagai berikut: Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang. Dengan perkataan lain, sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi Atau lebih tepatnya, sistem pengolahan mengolah data dari bentuk tak
berguna menjadi berguna atau inforanasi bagi penerimanya. Analogi bahan baku terhadap
barang jadi memperlihatkan konsep bahwa informasi bagi seseorang mungkin di pan-
dang sebagai data mentah oleh orang lain, Sebagai mana barang jadi sebuah divisi
manufaktur menjadi bahan baku bagi devisi lainnya. Sebagai contoh, perintah pengiri-
man adalah informasi bagi staf bagian pengiriman, Dengan adanya hubungan data
dan informasi ini, maka kedua kata tersebut seharusnya tidak dapat saling ditukar
pemakaiannya.
     Nilai informasi berhubungan dengan keputusan. Bila tidak ada pilihan atau kepu-
tusan, informasi menjadi tidak diperlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan
berulang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang. Nilai informasi dilukiskan
sangat berarti dalam konteks sebuah keputusan. Sebagai contoh, angka 3104,49 tidak
dapat dianggap bemilai kecuali diketahui mengakibatkan suatu keputusan.





"Data", bahan baku infonnasi, didefinisikan sebagai kelompok teratur simbol-sim-
bol mewakili kuantitas, tindakan, benda, dan sebagainya. Data terbentuk dari karakter,
yang dapat berupa alfabet, angka, maupum simbol khusus seperti *, $, dan /. Data
disusun untuk diolah dalarn beittuk struktur data, struktur file, dan data base.


Infonnasi. dalam lingkup sistern informasi, memiliki beberapa ciri
1.Benar atau salah. Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak. Bila penerima informasi yang salah mempercayainya, akibatnya sama seperti yang benar.
2. Baru.Infonnasi dapat sama sekali baru dan segar bagi penerimanya.
3.Tambahan. Infornasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada.
4.Korektif. Infornasi dapat menjadi suatu koreksi atas infornasi salah atau palsu
   sebelumnya.
5. Penegas. Infornasi dapat mempertegas infonnasi yang telah ada. Ini masih berguna
   karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran infonnasi tersebut. 

Singkatnya, istilah "data" dan "infornasi" sering salah tukar pemakaiannya. Tetapi ada perbedaannya yaitu bahwa data adalah bahan baku yang diolah untuk memberikan informasi. Informasi dihubungkan dengan pengambilan keputusan. Karena itu informasi dapat dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dan aktif daripada data.

INFORMASI DALAM TEORI MATEMATIS KOMUNIKASI

Istilah "teori infonnasi" sering dipakai untuk maksud teori matematis komukasi. Teori maternatis mempunyai penerapan langsung dalam sistem komunikasi mekanis dan elektronik. la dipakai secara terbatas dalam praktek untuk sistern infonnasi manajemen. Tetapi teori ini dapat membantu pandangan pada sifat informasi.

PERKEMBANGAN HISTORIS

Teori informasi diajukan oleh Norbert Weiner, seorang matematikus kenamaan, sebagai hasil telaah mengenai sibemetika. Weiner beranggapan bahwa setiap organisme terkumpul berdasar adanya cara pemerolehan, pemakaian, penyimpanan, dan penyaluran informasi. Claude Shannon dari Bell Laboratories mengembangkan. dan menerapkan konsep untuk menjelaskan sistem komunikasi, seperti sistem telepon. Dalarn konteks karya Shannon dan telah terakhir, teori infornasi telah berkembang terutarna sebagai teori matematis komunikasi..
Masalah komunikasi infomlasi dalam sistern infornasi dapat dipandang dalam tiga tingkatan  :
1.Tingkat teknis. Seberapa akurat informasi dapat di salur-salurkan ?
2.Tingkat semantik. Seberapa tepat simbol-simbol yang disalurkan dapat membawa arti yang diinginkan?
3. Tingkat efektivitas. Seberapa cocok pesan tersebut sebagai motovasi tindakan
manusia?



Teori matematis komunikasi adalah mengenai tingkat teknis dan tidak bersangkutpaut dengan arti (semantik) atau afektivitas.
MODEL SISTEM KOMUNIKASI

Sebuah model system informasi adalah sebagai berikut
                      








Ada sebuah pemancar yang memungkinkan simbol-simbol kode di kirim melalui sebuah saluran kepada sebuah penerima. Pesan yang keluar dari sebuah sumber ke pemancar secara umum disandi (enconded) sebelum dapat dikirim' melalui sebuah saluran komunikasi dan hares diuraikan (decoded) kembali oleh sebuah penerima agar pesan dapat dipahami si tujuan. Saluran tadi biasanya bukan penyalur pesan sandi yang sempuma karena bising (noise) dan distorsi. Ada perbedaan antara bising dengan distorsi. Distorsi disebabkan oleh suatu operasi
yang diketahui dan dapat dikoreksi oleh operasi lain. Bising adalah gangguan tidak
menentu dan tak terduga. Tujuan sebuah sistem komunikasi adalah membuat reproduksi
pesan yang dipilih dari sumber ke tujuan. Ada berbagai pesan yang dapat dipancarkan.
Sebagai contoh, tiap huruf dan angka dapat disampaikan sebagai pesan melalui sebuah
Teletype. Setiap suara, nada, bunyi dan sebagainya dari manusia adalah pesan dalam
sistem telepon. Andaikan sebuah pesan, "Kini saatnya kita berdoa", diucapkan melalui
telepon dan juga dikirim melalui Teletype. Pesannya lama, tetapi kapasitas penyaluran
informasi yang dibutuhkan jauh berbeda (mungkin dengan perbandingan di alas 500 : 1).nArti infonnasi dalam teori komunikasi akan membantu menjclaskan perbedaan ini.


DEFINISI MATEMATIS INFORMASI

Dalam teori matematis komunikasi, informasi memiliki arti yang sangat seksama.
Jumlah rata-rata cacah biner (binary digits) yang hares dipancarkan dipakai identifikasi
suatu pesan di antara sekian pesan yang mungkin. Dengan perkataan lain, teori tadi
mengatakan bahwa ada batas banyaknya pesan yang perlu dipancarkan. Dengan de-
mikian adalah mungkin untuk menciptakan kode berlainan untuk masing-masing pesan.
Pesan yang akan dikirim disandi, kemudian sandi/kode dikirim melalui saluran dan alat
pengurai sandi melakukan identifikasi atas pecan berdasarkan sandi tersebut. Pesan dapat
didefinisikan dengan berbagai cara. Sebagai contoh, setiap karakter alfa-numerik (huruf
dan angka) dan dapat menjadi sebuah pesan, atau kalimat lengkap dapat merupakan
pesan-pesan, bila ada sejumlah kalimat tertentu dan terbatas yang akan dipancarkan,
ENTROPI

Istilah "entropi" dipinjam dari termodinamika. Yaitu ketidakteraturan relatif (relative
disorder) atau keteracakan (randomness) dalam sebuah sistem. Infonnasi adalah sebuah
ukuran keteraturan dalam sebuah sistem dan merupakan lawan dari entropi. Tetapi, rumusan
infonnasi kerap disebut sebagai "fungsi entropi". Alasannya adalah karena informasi
diperlukan untuk mengurangi keraguan' atau ketidakteraturan atau entropi yang harus
dikurangi.
Entropi adalah konsep acak, dimana terdapat  keadaan  yang  kemungkinannya tidak      pasti.      Entropi            timbul     jika prediktabilitas/kemungkinannya rendah  (low
predictable) dan  informasi  yang  ada  tinggi
(high information).
Berbeda dengan redudansi yang dipandang
sebagai sarana untuk memperbaikai
komunikasi, entropi dipandang sebagai suatu masalah dalam komunikasi. Biasanya dikaitkan dengan khalayak yg mempunyai
tingkat homogenitas tinggi/spesifik. Semakin banyak gangguan, semakin besar kebutuhan akan redundansi yang mengurangi entropi relatif pesan. Keseimbangan redundansi dan entropi dapat menghasilkan komunikasi yang efisien dan pada saat yang sama mengatasi gangguan dalam saluran.


REDUDANSI

Sebuah komunikasi jarang terdiri dari informasi yang lengkap komposisinya. Selalu ada saja elemen yang redundan (kelebihan). Redundansi nampaknya secara sekilas buruk karena menunjukkan adanya elemen yang tidak diperlukan. Tetapi sedikit rendudansi dapat dipakai untuk pengendalian kesalahan. Dalam sebuah model sistem komunikasi, ada bising di dalam saluran. Ini berarti pesan yang diterima tidak persis serupa dengan yang dikirim. Pemancaran data rendundan memungkinkan penerima memeriksa apakah pesan yang diterima sudah benar dan memungkinkan dia mengadakan rekonstruksi pesan yang benar. Sebagai contoh, andaikan sebuah pesan mengenai sejarah Amerika sebagian tercampur bising sehingga yang keluar dari alat penerima adalah sebagai berikut (* berarti sebuah karakter tak jelas):

PR***DE*P*RT*MA AM***K* *E*** * **SH*NG***

Kenyataan bahwa penerima segera menangkap kalimat tersebut sebagai "Presiden pertama Amerika George Washington" menunjukkan pesan semula sangat redundan. Bahkan pesan kacau tersebut pun masih redundan. Redundasi tersebut menunjukkan bahwa penerima tidak perlu mendengar dan mengurai setiap bunyi untuk memahami pesan tersebut.






REDUKSI DATA

Kendala (constraints) pada sistem inforniasi dan manusia sebagai pengolah data
menyebabkan perlunya dipakai beberapa cara untuk mengurangi banyaknya data yang










Sejumlah strategi dapat diterapkan untuk mendapatkan representasi data yang telah direduksi sehingga volumenya jauh lebih kecil, tetapi integritas data originalnya masih tetap terjaga.

Klasifikasi dan Kompresi

Di samping kemungkinan memancarkan semua butiran (item) data individu, sistem
dapat menggolongkan butir *untuk mengurangi volume data. Keseluruhan penggolongan
(klasifikasi) yang berbeda-beda menyatakan pemampatan/kompresi data. Hal ini tampak
dalam klasifikasi perakunan. Direktur sebuah organisasi biasanya tidak dapat meninjau
penjualan satu persatu untuk memperoleh infornasi bagi keputusan. Maka sistem pera-
kunan meringkas semua penjualan dalam sebuah total "penjualan dalani periode tertentu".
Mungkin ini terlalu umum dan mengaburkan informasi untuk tujuan keputusan sehingga
sistem mungkin memberikan penjualan berdasarkan kelompok produk, daerah geografis,
atau pengolongan lain.
Tingkat peringkasan tergantung pada tingkat pengambil keputusan. Sebagai contoh, direktur tadi mungkin hanya memerlukan total penjualan per daerah tetapi manajer penjualan daerah tersebut mungkin memerlukan penjualan berdasarkan masing-masing wiraniaga dan berdasarkan produk.








Peringkasan dan Penyaringan keorganisasian

Sistem perakunan mengelompokkan dan memampatkan data transaksi yang di bu-
tuhkan untuk tujuan-tujuan perakunan. Tetapi banyak transaksi dan peristiwa lain
mempunyai hubungan (merupakan informasi) untuk pengambilan keputusan. Beberapa
contoh adalah sikap pelanggan yang diterima wiraniaga, perubahan kebijakan agen-agen
pemerintah, dan kondisi keuangan para pensuplai utama. "pesan-pesan ini diringkas dalam
berbagai cara dalam perjalanannya menuju puncak organisasi. Efisiensi komunikasi
tergantung pada metode keorganisasian untuk mendapatkan data dan saluran komunikasi
yang disedikan bagi mereka. Bila tidak ada prosedur resmi untuk menggolongkan,
meringkas, dan menyampaikan pada para pengambil keputusan, maka isyarat-isyarat
dapat tersaing oleh elemen-elemen keorganisasian. Sebagai contoh, keluhan pelanggan
alas taktik wiraniaga dalai i sebuah distrik penjualan dapat dihambat oleh manajer penjualan
distrik yang tidak ingin kritik tersebut menyerangnya dan mungkin menganggap dapat
mengatasi sendiri situasi tersebut.

MUTU INFORMASI

Dalam sebuah telah yang dibuat oleh Adam mengenai sikap manajemen terhadap sistim infomlasi, 75 persen manajer menilai peningkatan kuantitas dan mutu hamper tidak identik dampaknya prestasi kerja. Tetapi bila diminta memilih, maka 90 persen lebih menyukai peningkatan dalarn mutu infomiasi dibandingkan terhadap kuantitasnya. Informasi bervariasi dalam mutunya karena bias atau kesalahan. Bias tampak pada contoh seorang wiraniaga yang cenderung menaksir penjualan yang diharapkan terlalu tinggi atau yang memberikan tanggal pengiriman tidak realistis. Bila bias ini diketahui oleh penerima informasi, maka is akan dapat mengadakan penyesuaian. Persoalannya adalah mendeteksi bias tersebut, karena mengadakan penyesuaian biasanya tidak sulit.

Kesalahannya adalah persoalan yang lebih gawat karena terhadap hal ini tidak dapat dilakukan penyesuaian sederhana. kesalahan dapat di sebabkan oleh:
1.                   Metode pengukuran dan pengumpulan data yang salah.
2.                   Tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
3.                   Datang hilang atau tidak terolah.
4.                    Kesalahan mencatat atau mengoreksi data.
5.                   File historis/induk yang calah (atau keliru memilih file historis).
6.                   Kesalahan dalam prosedur pengolahan (misal kesalahan program komputer).
7.                   Kesalahan yang disengaja.







Dalam kebanyakan sistem informasi, penerima infomlasi tidak memiliki pengetahuan tentang bias atau kesalahan yang dapat mempengaruhi mutu imformasi tersebut. Proses pengukuran yang menghasilkan laporan dan ketepatan data didalam laporan secara tak langsung menyatakan bahwa ketepatannya tidak terjamin. Sebagai contoh, sebuah laporan sediaan barang dapat memperlihatkan bahwa ada tersedia 347 buah widget. Tetapi angka ini mungkin berdasarkan sebuah buku sediaan barang (inventaris) yang malar (perpetual). Kernungkinan adanya berbagai kesalahan dalam mencatat pengeluaran dan penerimaan barang dan sebagainya berarti besar terjadinya kesalhan kecil, dan kadang- kadang, kesalahan besar. Hal ini menjadi alasan mengapa diadakan penghitungan fisik secara priodik untuk memperbaiki buku persediaan barang. Kesulitan akibat bias dapat ditangani dalam pengolahan infomlasi melalui prosedur-prosedur untuk mencari dan mengukur bias dan kemudian menyesuaikannya. Kesulitan nienghadapi kesalahn dapat diatasi dengan :

1.                   Pengendalian intern untuk mengetahui kesalahan.
2.                    Audit intern atau ekstem.
3.                    Menambahkan "batas-batas kcpcrcayaan" pada data.
4.                   Intruksi pemakai dalam prosedur pengukuran dan pengolahan agar pemakai dapat
menilai kesalahan yang mungkin terjadi.

Adanya perbedaan antara dua Cara pertania dalam mengatasi kesalahan dengan kedua cara terakhir. Kedua cara terakhir berusaha memberi batas kepercayaan pada pemakai, sedang dua cara pertama berusaha mengurangi ketidakpastian data dan karena itu menigkatkan kandungan imformasi. Pengendali intern dan pengauditan dalam konteks ini dapat diangap menambahkan nilai imformasi yang diberikan oleh sistem informasi dengan mengurangi keraguan akan kemungkinan adanya kebanyakan kesalahan. Prosedur pengendalian dan audit tidak cenderung mempengaruhi bias maupun kesalahan yang disebabkan oleh metode pengukuran dan pengumpulan data.
Cara penyajian data akan mempengaruhi atau menyebabkan bias pada cara pemakaiannya. Sebagai contoh, bila seorang manajer portefolio meminta daftar sediaan barang berdasarkan tingkat keuntungan di atas 5 persen, maka sediaan tersebut dapat disajikan dalam cara yang berbeda-berbeda. Ancangan manajer dalam pengambilan keputusan biasanya terpengaruh oleh penyajian tersebut. Sebagai gambaran, bandingkan tiga pilihan dan bias-bias yang mungkin untuk mengambil keputusan.


Inferensi: Proses yang digunakan dalam Sistem Pakar untuk menghasilkan informasi baru dari
informasi yang telah diketahui. Dalam sistem pakar proses inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut Inference Engine (Mesin inferensi). Ketika representasi pengetahuan (RP) pada bagian knowledge base telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup
akurat, maka RP tersebut telah siap digunakan.Inference engine merupakan modul yang berisi program tentang bagaimana mengendalikan proses reasoning.

Bagian ini meneliti sifat usia infornmasi sehubungan dengan infommasi yang terkandung dalam laporan priodik, seperti laporan operasi hulanan dan laporan posisi keuangan pada akhir sebuah periode.

Dibedakan dua jenis data :
1.                    Data kondisi yang berhubungan dengan sebuah titik waktu 31          Desember. Sebagai
contoh adalah sediaan barang pada 31-12-1982 seperti dilaporkan dalam neraca.

2.                   Data operasi yang mencerminkan perubahan selama satu periode waktu. Sebagai
contoh adalah sediaan barang yang dipakai selama atau penjualan selama seminggu.

Rumusan untuk informasi kondisi menyatakan bahwa usia minimum adalah waktu
penundaan pengolahan. Bila penundaan ini adalah lima hari, maka angka sediaan untuk
15 September setidaknya telah berusia lima hari sebelum laporan diterima pada 20
September. Usia maksimum informasi kondisi adalah penundaan ditambah interval. Bila
laporan sediaan diterbitkan secara mingguan (interval informasi adalah tujuh hari) dan
penundaan pengolahan adalah lima hari, maka usia informasi yang dipegang sesaat sebelum
menerima laporan bare adalah 7 + 5. Jadi angka sediaan 15 September harus dipakai
sampai laporan baru dikeluarkan tanggal 22 (yang baru akan tanggal 29). Usia rata-rata
informasi kondisi adalah penundaan pengolahan ditambah setengah interval informasi.
Karena laporan sediaan dalam contoh dipakai antara tanggal 20 sampai 29 dan berusia
lima hari ketika diterima, usia rata-rata selama dipakai adalah 5 + (7/2) = 8,5.
Informasi operasi berakumulasi selama suatu periode.Sebagai contoh, penjualan untuk
suatu periode terdiri dari penjualan yang terjadi pada hari pertama periode, hari kedua,
dan seterusnya. Usia rata-rata informasi akumulasi selama satu interval informasi menjadi
setengah interval. Informasi interval untuk sebuah periode 10 hari akan mempunyai rata-
rata lima hari
(0,5i) pada penutupan interval. Karena masih ada d hari (penundaan
pengolahan) sampai tersedianya informasi, maka usia minimum adalah d + 0,5i. Dengan anggapan ini usia data operasi besamya selalu separuh interval lebih besar daripada usia infonnasi kondisi.
Keterbatasan pengolahan praktis dalam sistem pengolahan data secara manual dan
elektromagnetis menyebabkan perlu ada interval informasi tertentu. Misalnya satu bulan
untuk laporan keuangan pokok dan periode lebih singkat, misalnya satu minggu untuk
keterbatasan pengolahan, interval maupun penundaan. Perlu diingat bahwa usia infor-
masi bagi manajemen dapat diubah dengan mengganti i, d, atau keduanya.
Penundaan pada pengolahan komputer tergantung pada metode yang dipakai. Pada pengolahan secara batch (tumpak), batch atau tumpak tersebut dapat dikumpulkan selama sehari, seminggu, atau periode lain sebelum diolah. Adalah mungkin untuk mencapai data kondisi seperti sisa sediaan dengan penundaan sangat singkat, tetapi sudah tidak sesuai, karena telah berusia sejak saat berakhir disesuaikan. Pukul rata, hal ini akan sebesar setengah interval pengolahan batch. Karena itu, jawaban data kondisi pada pengolahan batch mempunyai usia rata-rata setengah interval batch ditambah penundaan datam mengolah permintaan infonnasi. Berdasarkan analisis ini, maka sebuah sistem pencapaian langsung (immediate access) pada sebuah data base yang disesuaikan secara mingguan tidaklah banyak artinya. Usia data kondisi pada laporan periodik yang tetap akan serupa dengan cara sebelumnya di atas.







Pada pengolahan secara online, tidak ada penundaan dari batch. Data diolah pada
saat diterima, yang biasanya pada saat terjadi transaksi. Akibatnya penundaan batch
adalah nol. Permintaan informasi data atas kondisi biasanya diolah dengan penundaan
minim sehingga d sangat kecil. Secara teknis, sistem komputer memungkinkan i di-
sesuaikan dengan data operasi. Juga dapat menyediakan data kondisi untuk setiap posisi
dengan waktu pengolahan sangat kecil. Kenyataan bahwa laporan rutin diterbitkan pada
interval meski ada kemampuan di atas, mungkin disebabkan alasan berikut ini :

1.                    Keputusan-keputusan manajemen tidak peka terhadap interval yang singkat.
2.                    Kemampuan untuk interval tak tetap belum dibiasakan.
3                    Pihak manalemen menganggap laporan periodik lebih bemianfaat.

Konsep terpenting bagi perancangan sistem inforniasi sehubungan dengan usia inforniasi disebabkan oleh interval inforniasi dan penundaan pengolahan. Banyak upaya telah dipusatkan pada usia minimum infornlasi. Tetapi usia rata-rata mungkin lebih menyolok. Pengolahan data komputer telah banyak berusaha untuk mengurangi penundaan pengolahan melalui pengolahan "realtime". Tetapi tidak banyak perhatian yang dicurahkan atas akibat interval infornlasi.

PENERAPAN KONSEP INFORMASI PADA RANCANGAN SISTEM INFORMASI

Bab ini telah memberikan garis besar konsep informasi dalam teori informasi, reduksi data, mutu infornlasi, dan usia informasi. Bagian ini meringkaskan penerapan semua konsep ini ke dalam perancangan sistem informasi.

Maternatika teori informasi telah diterapkan dalam perancangan sistem komunikasi. Matematika tidak dipakai dalam lingkungan sistem inforniasi manajemen yang lebih rumit, tetapi ada beberapa pandangan diberikan teori tersebut:

1.                   Informasi mempunyai nilai kejutan.
2.                   Informasi mengurangi keraguan.
3.                    Adanya infonnasi karena pilihan.
4.                    Tidak semua data yang dikomunikasikan mempunyai nilai infornlasi.
5.                   Sifat redundan bennanfaat untuk mengendalikan kesalahan komunikasi.


Model dasar sistem kornunikasi dalarn teori infonnasi lebih rumit bila manusia
diikutsertakan. Manusia adalah sistem yang dapat menyesuaikan diri dalam menuju sasaran.
Karena itu lehih sulit diterangkan daripada sebuah sistem komunikasi perangkat keras.


















Bising
Infomiasi dihubungkan dengan keraguan karena adanya pilihan yarig hares diambil
dan pilihan mana yang tepat tidak dapat dipastikan. Alasan untuk mendapat informasi
adalah untuk mengurangi ketidakpastian agar pilihan setepatnya dapat diambil. Bila tidak
ada keraguan, tidak perlu adanya informasi untuk mempengaruhi pilihan. Dasar pilihan•
adalah efisiensi relatif dari arah-arah tindakan alternatif. Informasi yang diterima akan
mempengaruhi pilihan dengan mengubah taksiran subjektif atas kemungkinan keber-
hasilan.
Bila seorang penerima mempunyai wewenang mengambil keputusan, mudah di-
paharni mengapa infomiasi didefinisikan sebagai pesan yang bisa mengubah kemungkinan
(probabilitas) pengambil keputusan sehubungan dengan keberhasilan tindakan yang
mungkin. Tetapi banyak data diterima dan disimpan tanpa arah padakeputusan yang
akan diambil. Teori matematis informasi tidak dapat menjelaskan data yang tidak ada
hubungannya dengan sesuatu pilihan. Ada dua pandangan yang mungkin: (1) Tidak
adanya informasi sampai adanya pilihan, atau (2) adanya informasi hanya bila adanya manfaat yang diharapkan untuk pilihan yang berpotensi. Pandangan kedua lebih erat dengan pandangan sistem informasi bahwa informasi adalah data yang mengandung arti bagi penerimanya, dan mempunyai nilai nyata atau dapat ditangkap untuk keputusan saat ini atau mendatang.
Adanya bising secara jelas telah disebutkan dalarn teori komunikasi. Redundansi dipakai untuk menjamin penerimaan yang tepat dari pesan yang dipancarkan. Dalam sistem informasi manajemen, ada cukup banyak bising akibat berbedanya latar belakang masing-masing manusia. Juga perbedaan dalam kerangka acuan, prasangka, tingkat perhatian, perbedaan fisik dalarn kemampuan mendengar, melihat, dan sebab-sebab lain. Redundansi dapat dipakai secara efektif guna mengatasi bising dan meningkatkan kemungkinan diterima dan ditafsirkannya pesan secara tepat.






Kebutuhan akan reduksi data telah menimbulkan berbagai mekanisme, yang semuanya relevan terhadap rancangan sistem pengolahan. Klasifikasi dan pemampatan, peringkasan dan penyaringan keorganisasian, dan inferensi. Metode-metode ini mengurangi volume penyimpanan data khususnya mengurangi banyaknya data yang dipancarkan kepada manusia penerimanya.
Konsep mengenai usia infomiasi memperkenalkan gagasan data kondisi yang diukur
pada sebuah.titik waktu dan data operasi yang meliputi sebuah periode waktu. Konsep
sebuah interval informasi dan penundaan pengolahan data adalah penting bagi peran-
cangan sistern informasi. Hal ini karena usia informasi dihubungkan dengan kedua faktor
tersebut, bukan hanya pada penundaan pengolahan data saja. Konsep interval informasi
juga berguna"dalam mempertimbangkan sistem berdasarkan komputer yang lebih luwes
(fleksibel).